Tema 3

ALLAH MAHA ESA DAN PEMBERI

ALLAH MAHA ESA DAN MAHA PEMBERI

1. Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik dapat memahami makna Asmaul Husna

  • Peserta didik dapat memahami makna Al Ahad (Allah Maha Esa)

  • Peserta didik dapat memahami makna Al Wahhab (Allah Maha Pemberi)

2. Materi Pembelajaran:

Asmaul Husna terdiri dari dua kata, yaitu Asma' dan Husna. Asma' artinya nama. Husna artinya baik. Jadi Asmaul Husna memiliki arti nama-nama yang baik bagi Allah. Jumlah Asmaul Husna yang wajib diketahui ada 99. Adapun yang akan kita pelajari kali ini adalah Al Ahad dan Al Wahhab.

A. ALLAH MAHA ESA (AL AHAD)

Pernahkah kalian naik kereta, bus, atau mobil? Ada berapakah sopirnya? Pasti cuma satu sopir yang mengemudikannya. Bayangkan jika satu mobil tapi yang memegang setir ada dua orang. Apa yang terjadi? Pasti jalannya tidak nyaman dan bisa membahayakan penumpang.


Begitu juga dengan alam semesta. Semua yang mengatur pasti hanya satu saja yaitu Allah Yang Maha Esa. Tuhan Yang Satu. Tuhan yang disembah oleh semua manusia. Dia satu-satunya tempat memohon dan meminta sesuatu.


Allah adalah satu-satunya Tuhan di dunia ini. Allah hanya satu dan tidak ada tuhan selain Allah. Tidak mungkin Tuhan itu lebih dari satu. Itulah maksud dari Tuhan itu Maha Esa.


Al Ahad (Ψ§ΩŽΩ„Ψ§ΩŽΨ­ΩŽΨ―Ω) artinya Allah Maha Esa. Allah adalah satu dan tidak ada Tuhan selain Allah. Hanya Allah yang wajib kita sembah. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang bisa menyamai-Nya. Allah berbeda dengan makhluk. Allah tidak membutuhkan bantuan makhluk lain dan kekuasaannya tidak ada yang menandingi.


Segala ibadah yang kita lakukan hanya untuk Allah Swt. Oleh karena itu, kita:

1. Harus beribadah hanya kepada Allah Swt.

2. Tidak boleh menghambakan diri kepada selain Allah Swt.

3. Tidak boleh menyekutukan Allah Swt. dengan sesuatu apapun.

4. Tidak boleh meyakini pada ramalan-ramalan nasib.

5. Selalu memperbanyak zikir kepada Allah Swt.

B. ALLAH MAHA PEMBERI (AL WAHHAB)

Masalahnya, yang sudah kalian sebutkan tadi, mampukah manusia membuatnya? Tentu tidak mampu. Manusia hanya mampu menanam, merawat, dan merasakan hasilnya. Lalu siapakah yang memberi kehidupan pada pohon sehingga dapat mengeluarkan buah? Siapa yang memberi rasa manis pada tebu, rasa asin pada garam, dan rasa pedas pada cabai yang biasa kita nikmati? Siapa pula yang membuat kita mampu menikmatinya? Ayo pahami penjelasan berikut ini!

1. Pengertian Allah Maha Pemberi

Allah Swt. mempunyai sifat al-Wahhab, yang artinya Maha Pemberi. Allahlah yang memberi segala kenikmatan yang biasa kita rasakan dan kita nikmati. Untuk itu, kita harus mensyukuri segala karunia Allah Swt. Bila kita bersyukur, maka Allah Swt. akan menambah nikmat kepada kita.

2. Bukti Allah Maha Pemberi

Berapa banyakkah orang yang bekerja di sekeliling kita? Adakah jaminan bahwa orang yang bekerja siang dan malam itu pasti kaya? Kita tahu bahwa ada orang yang bekerja siang dan malam kemudian menjadi kaya. Ada pula yang tidak banyak mengeluarkan tenaga tetapi kaya raya. Di sisi lain ada pula yang bekerja keras, tetapi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, bahkan kurang.

Dari penjelasan tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa rezeki kita itu adalah pemberian Allah Swt. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

Marilah kita lafalkan doa berikut!

Doa tersebut menjelaskan tentang pengakuan orang-orang yang beriman bahwa hanya Allah yang Maha Pemberi. Dia memberi petunjuk, rahmat, rizki, dan apa pun, baik yang kita minta maupun tidak kita minta.

3. Peduli sebagai Tanda Syukur

Sebagai bukti syukur kita dan untuk mengamalkan ayat di atas, hendaknya kita berusaha menjadi orang yang peduli, ialah orang yang perhatian kepada orang lain. Salah satu sikap peduli adalah menjadi dermawan, ialah orang yang suka memberi kepada orang yang membutuhkan. Terutama fakir miskin, anak yatim, dan anak-anak terlantar. Rasulullah saw. sangat menganjurkan kepada kita untuk selalu menjadi pemberi, bukan peminta-minta.

Sebagai bukti syukur kita dan untuk mengamalkan ayat di atas, hendaknya kita berusaha menjadi orang yang peduli, ialah orang yang perhatian kepada orang lain. Salah satu sikap peduli adalah menjadi dermawan, ialah orang yang suka memberi kepada orang yang membutuhkan. Terutama fakir miskin, anak yatim, dan anak-anak terlantar. Rasulullah saw. sangat menganjurkan kepada kita untuk selalu menjadi pemberi, bukan peminta-minta.

Allah Swt. berjanji akan menambah nikmat apabila kita mau bersyukur. Karena itu, marilah kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dengan cara bersedekah.

Panjang Umur Karena Dermawan

Alkisah pada suatu hari malaikat Izrail menemui Nabi Daud. Saat itu Nabi Daud bersama dengan seorang teman yang baik hati dan suka menolong yang sebentar lagi akan menikah.

Malaikat Izrail memberi tahu Nabi Daud bahwa enam hari lagi temannya akan meninggal. Mendengar berita itu, Nabi Daud terkejut dan merasa iba kepada temannya karena sebentar lagi akan menikah.

Hari demi hari berlalu, bahkan sampai beberapa minggu terlewati, beberapa bulan pun berlalu, temannya masih hidup sehingga dia mengira malaikat Izrail keliru dalam memberitahukan ajal temannya itu.

Setelah enam bulan, malaikat Izrail berkunjung ke istana Nabi Daud. Nabi Daud menanyakan temannya yang masih hidup padahal Malaikat Izrail pernah menyampaikan bahwa ajalnya tinggal enam hari lagi.

Malaikat Izrail menceritakan bahwa pada pagi hari nyawa temannya akan dicabut, temannya itu pergi ke suatu tempat secara diam-diam untuk bersedekah kepada beberapa anak yatim.

Anak-anak yatim sangat gembira lalu Ibunya berdoa kepada Allah Swt. agar memanjangkan umur teman Nabi Daud tersebut karena sudah bersedekah. Anak-anak yatim mengamini doa ibunya.

Karena itulah Allah melarang malaikat Izrail mencabut nyawa teman Nabi Daud tersebut bahkan menambah umurnya menjadi enam puluh tahun.

Kisah tersebut memberi pelajaran bahwa kita harus gemar bersedekah sebagai bentuk syukur atas segala karunia yang diberikan Allah Swt. kepada kita. Dengan sedekah Allah akan meluaskan rezeki kita, memanjangkan umur kita, dan memelipatgandakan kebaikan untuk kita.

Sekarang, ayo lakukan sebagaimana gambar berikut ini!

4. Manfaat Menjadi Orang Dermawan

Ada beberapa manfaat apabila kita menjadi orang yang dermawan, yang meliputi:

  1. memperoleh cinta dari Allah Swt.;

  2. menjadi dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka;

  3. mendapatkan pahala yang berlipat ganda;

  4. memperoleh harta yang melimpah; dan

  5. menjadi sehat lahir dan batin.