Tema 2

surah an-nasR

Senangnya Belajar Surah An-Nasr

1. Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik dapat membaca kalimat-kalimat dalam Q.S. An-Nasr.

  • Peserta didik dapat menghafal kalimat-kalimat dalam Q.S. An-Nasr.

  • Peserta didik dapat menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. An-Nasr.

  • Peserta didik dapat memahami pesan yang terkandung dalam Q.S. An-Nasr.

2. Materi Pembelajaran:

A. MEMBACA KALIMAT SURAH AN-NASR

Ayo, bacalah Surat An-Nasr berikut ini dengan sungguh-sungguh dan simak baik-baik videonya !

B. MENGHAFAL KALIMAT SURAH AN-NASR

Mengapa kita harus menghafal Surah An-Nasr?

Hafalan surah dapat kita gunakan ketika salat, yaitu ketika membaca surah pendek setelah bacaan Surah Al-Fatihah, baik pada rakaat pertama atau pada rakaat kedua.

Bagaimana cara menghafalkan Surah An-Nasr?

Caranya cukup mudah, yaitu melafalkan secara berulang ayat per ayat hingga hafal, atau bisa sambil mendengarkan bacaan yang diputar di handphone kamu.

C. MENULIS KALIMAT SURAH AN-NASR

Ayo, belajar menulis Surat An-Nasr di buku tulismu dan simak baik-baik videonya !

Menulis Surah An-Nasr.mp4

D. PESAN SURAH AN-NASR

  • Surah an Nasr adalah surat yang ke 110 dalam al-Qur’an.

  • Surah an Nasr terdiri dari 3 ayat.

  • Nama an Nasr diambil dari kata "nasr" yang terdapat pada ayat pertama surah an Nasr.

  • An Nasr artinya pertolongan.

  • Pokok-pokok isi pesan surah an Nasr adalah:

  1. Pertolongan Allah akan datang dan Islam akan mendapat kejayaan.

  2. Perintah Allah kepada orang beriman agar bertasbih, memuji-Nya dan minta ampun kepada-Nya di kala terjadi peristiwa yang menggembirakan.

ASBABUL NUZUL SURAH AN NASR

Seluruh Ulama Tafsir bersepakat bahwa Surah An-Nashr ini merupakan Surah Madaniyyah walaupun turun di Mekkah yaitu pada saat Haji Wada. Dan ini menjadi dalil bahwa Surah Madaniyah tidak selalu turun di kota Medinah.


Asbabun Nuzul Surat An Nasr ini terkait dengan dua hal; Pertama, ia mengabarkan kemenangan dan masuk Islamnya orang-orang Arab berbondong-bondong. Kedua, ia mengisyaratkan telah dekatnya ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa surat ini diturunkan pada pertengahan hari-hari tasyrik. “Maka aku mengetahui bahwa hal ini merupakan al wada’ (perpisahan),” kata Ibnu Umar.


Mengenai Asbabun Nuzul Surat An Nasr, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa setelah Allah menurunkan surat ini, Rasulullah memanggil Fatimah radhiyallahu ‘anha. Fatimah menangis saat Rasulullah mengabarkan bahwa ajalnya telah dekat. Lalu Fatimah tersenyum karena Rasulullah bersabda: “Jangan menangis, karena sesungguhnya engkau adalah keluargaku yang paling awal menyusulku.” (HR. Ad Darimi dan Thabrani; hasan)

Terkait juga dengan asbabun nuzul surat An Nasr, Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Umar bin Khattab menyertakan beliau dalam majelis para pahlawan perang Badar. Sebagian pahlawan Badar keberatan Ibnu Abbas dimasukkan dalam majlis itu.

Lalu Umar pun menguji mereka semua. “Apa pendapat kalian mengenai firman Allah idza ja’a nashrullahi wal fath dalam surat An Nasr?”

“Allah memerintahkan kita untuk bertahmid dan beristighfar kepada-Nya jika Dia menolong dan memberi kemenangan,” jawab salah seorang dari mereka. Yang lain diam, tidak ada jawaban berbeda.

“Apakah demikian pendapatmu wahai Ibnu Abbas?”

“Tidak wahai Amirul Mukminin. Idza ja’a nashrullahi wal fath merupakan isyarat ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Allah beritahukan kepada beliau. Datangnya kemenangan dan Fathu Makkah merupakan tanda ajal beliau.”

“Aku tidak mengetahui tafsir surat An Nasr ini melainkan apa yang kamu katakan,” pungkas Umar.


Diantara hikmahnya yang bisa kita petik :

  1. Surah an-Nashr ini diturunkan kepada Rasulullah Saw sebagai berita gembira atas perjuangan beliau dalam mendakwahkan Islam, yaitu dengan berbagai kemenangan dalam penaklukan wilayah dan banyaknya yang memeluk Islam serta penaklukan Mekah dengan cara damai.

  2. Turunnya surah an-Nashr ini merupakan isyarat akan dekatnya ajal Rasulullah Saw, dan telah sempurnanya perjuangan Rasulullah Saw menyampaikan risalah, sehingga sudah saatnya bagi beliau mempersiapkan diri untuk menghadap Allah Ta’ala .

  3. Allah Ta’ala akan selalu menolong dan memberi kemenangan kepada hamba-hambaNya yang selalu berjuang untuk mendakwahkan Islam dan meninggikan kalimat-kalimatNya.

  4. Perintah Allah Ta’ala kepada kita agar berdzikir kepada-Nya dengan memperbanyak tasbih dan tahmid

  5. Perintah Allah Ta’ala kepada kita agar memperbanyak memohon ampunan (istighfar) dan bertaubat kepada Allah Ta’ala serta mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk menghadap Allah Ta’ala. Kita tidak tahu kapan ajal menjemput, berbeda dengan Rasulullah Saw yang telah diberi isyarat dekatnya ajal beliau.