Tema 2

iman kepada allah dan rasul

1. VIDEO PEMBELAJARAN

IMAN KEPADA ALLAH

IMAN KEPADA NABI

2. RINGKASAN MATERI

A. IMAN KEPADA ALLAH

  1. Iman kepada Allah adalah rukun iman yang pertama

  2. Allah tempat kita menyembah dan tempat memohon sesuatu.

  3. Kita tidak boleh menyembah selain Allah. Itu namanya syirik dan orangnya disebut musyrik.

  4. Syirik adalah dosa besar dan tidak diampuni Allah.

  5. Melaksanakan ibadah harus secara ikhlas, tidak boleh riya' atau pamer.

  6. Iman kepada Allah dibuktikan dengan cara:

  • menyembah hanya kepada Allah

  • berdoa hanya kepada Allah

  • menjaga kelestarian alam

B. IMAN KEPADA RASUL

  1. Perbedaan nabi dan rasul:

  • nabi adalah laki-laki pilihan Allah yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri.

  • rasul adalah laki-laki pilihan Allah yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri dan untuk disampaikan kepada umatnya.

  1. Allah mengutus para rasul untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar.

  2. Kita harus beriman kepada para rasul karena mereka manusia pilihan Allah, mereka orang-orang yang hebat karena kecerdasan akalnya, kesalehan pribadinya, dan kemuliaan akhlaknya.

  3. Siapa yang mengikuti ajaran para rasul hidupnya akan bahagia, siapa yang menolak hidupnya akan menderita.

  4. Sifat wajib yang harus dimiliki oleh para rasul:

  • sifat sidiq artinya benar atau selalu jujur

  • sifat amanah artinya dapat dipercaya

  • sifat tablig artinya menyampaikan ajaran dari Allah

  • sifat fatanah artinya cerdas akal dan bijaksana

C. ASMAUL HUSNA

  1. Asmaul Husna jumlahnya 99

  2. Asma artinya nama, Husna artinya baik. Asmaul Husna berarti nama-nama yang baik bagi Allah.

  3. Asmaul Husna yang dipelajari dalam tema ini:

  • Al-Basir artinya Maha Melihat.

Allah melihat semua yang diucapkan dan diperbuat manusia. Tidak ada satu pun yang bersembunyi dari penglihatan Allah.

  • Al-'Adl artinya Maha Adil.

Allah berbuat adil terhadap semua hambanya dengan memberikan rezeki sesuai dengan yang diusahakan. Allah juga adil dalam memberikan pahala bagi yang berbuat baik dan memberikan sisksa bagi yang berbuat jahat.

  • Al-'Azim artinya Maha Agung.

Keagungan Allah terbukti dari kekuasaan dalam menciptakan alam semesta. Keteraturan alam semesta adalah wujud keagungan Allah. Manusia harus tunduk dan patuh kepada Allah.

3. KISAH TELADAN

KESABARAN NABI MUHAMMAD KETIKA DILUDAHI WANITA TUA

Rasulullah Muhammad SAW sering mendapat hinaan dari orang-orang yang belum mau memeluk Islam. Berbagai bentuk hinaan diterima Rasulullah, mulai dari perkataan sampai tindakan, seperti diludahi.

Tetapi, Rasulullah menanggapi berbagai hinaan tanpa pernah sekalipun dengan marah. Beliau bahkan menganggap hinaan itu sebagai hiburan.

Ada seorang wanita tua yang sangat berani mencerca Rasulullah. Setiap kali Rasulullah lewat depan rumahnya, wanita tua itu selalu meludahkan air liurnya di hadapan Rasulullah.

Suatu hari, Rasulullah tidak mendapati wanita tua itu meludah saat lewat di depan rumahnya. Hal itu membuat Rasulullah keheranan.

Akhirnya, Rasulullah bertanya kepada seseorang, “Hai fulan, tahukah kamu, di mana wanita pemilik rumah ini, yang selalu meludahiku setiap aku lewat depan rumahnya?”

Orang itu menjawab dengan acuh, “Apa kau tidak tahu bahwa perempuan itu sudah beberapa hari terbaring sakit?”

Mendengar jawaban itu, Rasulullah mengangguk-anggukkan kepala dan melanjutkan perjalanan menuju masjid. Setelah selesai, Rasulullah memutuskan untuk menjenguk wanita tua itu.

Mengetahui Rasulullah menjenguknya, wanita tua itu kemudian meneteskan air mata. Dia kemudian bertanya mengapa Rasulullah mau menjenguknya.

“Wahai Muhammad, mengapa engkau menjengukku, padahal aku selalu meludahimu setiap hari?” tanya wanita tua itu.

Rasulullah kemudian menjawab, “Aku yakin, engkau meludahiku karena belum tahu tentang kebenaranku. JIka engkau sudah mengetahuinya, aku yakin engkau tak akan lagi melakukannya.”

Jawaban Rasulullah membuat dada wanita tua itu sesak dan sedikit kesulitan bernapas. Si wanita kemudian mencoba mengatur napas dan menenangkan diri.

Setelah dalam keadaan tenang, wanita tua itu kemudian berbicara, “Wahai Muhammad, mulai saat ini aku bersaksi mengikuti agamamu.” Wanita tua itu kemudian mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Rasulullah.