Tema 4

BERSIH ITU SEHAT

Bersih itu sehat

1. TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Peserta didik mampu memahami tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai syariat islam.

  • Peserta didik mampu mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas kecil sesuai syariat islam.

  • Peserta didik mampu memahami tata cara bersuci dari hadas besar sesuai syariat islam.

  • Peserta didik mampu mempraktikkan tata cara bersuci dari hadas besar sesuai syariat islam.

2. MATERI PEMBELAJARAN

A. Arti bersih dan suci

B. Praktik Wudhu

C. Praktik Tayamum

D. Hadas Besar dan Mandi Wajib

A. ARTI BERSIH DAN SUCI

Bersih artinya bebas dari kotoran. Suci artinya bebas dari najis. Najis adalah yang menjadikan terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah, seperti terkena jilatan anjing, darah, kotoran/tinja, dan air seni/urin.

Najis pasti kotor. Kotor belum tentu najis, misalnya: terkena tanah, tinta, cat, dan ludah. Bersih atau suci dibagi menjadi dua, yaitu bersih dari hadas dan bersih dari najis. Hadas ada dua, yaitu hadas besar dan hadas kecil. Contoh hadas besar, seperti mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan. Cara menghilangkan hadas besar adalah dengan mandi atau tayammum jika tidak ada air. Hadas kecil (buang air seni, buang air besar, buang angin) menyebabkan batal wudhu. Menghilangkannya dengan cara dicuci dengan air bersih, kemudian melakukan wudhu.

Mengenal Hadas Kecil dan Hadas Besar

  • Hadas besar: Mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan. Cara menghilangkan hadas besar dengan mandi atau tayamum, jika tidak ada air.

  • Hadas kecil: Buang air (air seni, tinja) dan buang angin, menyebabkan batal wudhu. Cara menghilangkannya dicuci dengan air bersih, lalu melakukan wudhu.

Jika kita akan shalat, badan, pakaian, dan tempat harus bersih dari kotoran dan najis:

  1. Badan (badan orang yang shalat)

  2. Pakaian (pakaian yang dipakai)

  3. Tempat (seluas sajadah)

Bersih badan, pakaian, dan tempat tidak hanya ketika melaksanakan shalat(lihat gambar). Akan tetapi, harus diartikan ke seluruh kehidupan. Di luar shalatpun badan kita harus bersih. Bersih pakaian artinya segala sesuatu yang dipakai, seperti baju, celana, peci/topi, tas, sepatu, sepeda, bangku, meja, lemari, rumah, dan lain-lain. Bersih tempat, seperti ruang tamu, ruang dapur, tempat tidur, tempat makan, tempat belajar, ruang kelas, tempat bemain, halaman, gudang, dapur, WC/kamar mandi, dan lain-lain.

Macam-macam Najis, Contoh, dan Cara Menghilangkannya

1. Najis Mukhofafah (Najis Ringan)

  • Contoh

Air kencing bayi laki-laki yang belum berusia 2 tahun dan hanya minum ASI (air susu ibu)

  • Cara Menghilangkan

Cukup memercikkan air mutlak pada benda bernajis

2. Najis Mutawasithoh (Najis Sedang)

  • Contoh

Air kencing, kotoran manusia dan binatang, minuman keras, bangkai, darah, nanah, dan muntah

  • Cara Menghilangkan

Membersihkan dan menghilangkan warna, rasa dan bau najis dengan air mutlak. Caranya dengan mengucurkan air pada benda bernajis.

3. Najis Mugholadhoh (Najis Berat)

  • Contoh

Anjing dan babi

  • Cara Menghilangkan

Benda yang terkena air liur dan bulu basah anjing dan babi harus dibersihkan dengan mengucurkan air mutlak sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan air bercampur tanah


AIR MUTLAK

Air hujan, air laut, air sungai, salju, air ledeng, air kolam, dan embun merupakan contoh air mutlak.

Air mutlak adalah air suci dan menyucikan.

Air ini boleh digunakan untuk menghilangkan najis, wudu, dan mandi.

B. PRAKTIK WUDHU

Islam mengajarkan kepada kita untuk berwudu setiap saat. Dengan wudu, kotoran-kotoran, debu dan noda akan hilang. Wudu juga membersihkan kotoran batin seperti marah, dendam, dan iri hati.


Rasulullah saw. bersabda:

β€œSesungguhnya marah itu dari setan. Sedangkan setan diciptakan dari api. Dan sesungguhnya api hanya bisa dipadamkan dengan air. Oleh karena itu, barang siapa marah, hendaklah ia berwudu.” (H.R. Abu Dawud dari β€˜Atiyah r.a.)


Dengan demikian, wudu dapat membersihkan kotoran yang tampak dan kotoran batin.


Wudu menjadi syarat sahnya salat. Allah Swt. berfirman:


C. PRAKTIK TAYAMUM

Anak-Anak, pernahkah kamu sakit yang menyebabkan tidak menggunakan air? Bagaimana menyucikan diri untuk salat jika tidak ada air?

Allah Maha Penyayang memberikan kemudahan bagi kita. Jika tidak sedang sakit, sedang bepergian jauh atau tidak ada air, kita boleh menyucikan diri dengan bertayamum.

Tayamum merupakan keringanan yang Allah berikan bagi orang yang kesulitan mendapatkan air atau bagi orang yang tidak diperkenankan menggunakan air karena sakit. Tayamum dilakukan sebagai pengganti dari wudhu atau mandi wajib. Tayamum diperbolehkan apabila:

  1. Tidak ada air; sudah berusaha mencari air, tetapi tidak mendapatkannya sedang waktu shalatsudah masuk.

  2. Sedang sakit; apabila terkena air bagian anggota wudhu-nya akan bertambah sakitnya menurut keterangan dokter.

  3. Dalam perjalanan/musafirdan sangat sulit mendapatkan air.

Allah Swt. berfirman:

Jadi, tayamum adalah pengganti wudu atau mandi wajib jika sedang sakit, dalam perjalanan atau tidak ada air. Tayamum ditetapkan sebagai keringanan (rukhs]ah) bagi kita.

Bagaimana Cara Melakukan Tayamum?

Pertama: Berniat tayamum untuk melakukan shalat fardhu.

Kedua : Mengusap muka dengan debu yang bersih. Letakkan dua tangan pada debu dan usapkan ke wajah.

Ketiga : Mengusap dua tangan sampai siku dengan debu yang bersih.

D. HADAS BESAR DAN MANDI WAJIB

Pelajaran kali ini sebagai persiapan anak-anak menghadapi masa balig. Masa ketika anak-anak akan bertanggung jawab secara mandiri untuk menjalankan perintah agama, misalnya salat dan puasa.

Hadas besar adalah hadas yang mengharuskan seseorang mandi wajib. Contoh hadas besar adalah mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan.

Apakah mandi wajib itu? Apakah berbeda dengan mandi setiap hari?

Mandi wajib adalah membersihkan seluruh badan dengan air untuk menghilangkan hadas besar atau junub.

Allah Swt berfirman:

Mandi wajib dilakukan karena junub atau terkena hadas besar. Mandi wajib dilakukan, antara lain, karena mimpi basah bagi laki-laki atau haid bagi perempuan.

Bagaimana cara mandi wajib?