Tema 5

KISAH TELADAN NABI DAN RASUL

KISAH KETELADANAN NABI DAN RASUL

Kompetensi Dasar (KD)

  • KD 3.13 Memahami kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s., Zulkifli a.s., Harun a.s., Musa a.s. dan Muhammad saw.

  • KD 4.13 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s., Zulkifli a.s., Harun a.s., Musa a.s. dan Muhammad saw.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

  • Menyebutkan kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s.

  • Menyebutkan kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.

  • Menyebutkan kisah keteladanan Nabi Harun a.s.

  • Menyebutkan kisah keteladanan Nabi Musa a.s.

  • Menyebutkan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw.

Tujuan Pembelajaran

  • Peserta didik mampu meyakini adanya nabi dan rasul Allah

  • Peserta didik mampu mengetahui kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s., Zulkifli a.s., Harun a.s., Musa a.s. dan Muhammad saw.

  • Peserta didik mampu menceritakan kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s., Zulkifli a.s., Harun a.s., Musa a.s. dan Muhammad saw.

Peta Konsep

Anak-Anak, ingatkah kamu, berapa jumlah nabi dan rasul? Banyak, bukan? Berapa jumlah nabi dan rasul yang wajib diketahui?

Allah Swt. berfirman:

“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung. Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Q.S. an-Nisā’/4:164-165)

Dua puluh lima rasul yang disebut dalam Al-Qur’an, termasuk rasul yang dikisahkan, mereka diutus sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.

Pernahkah kamu perhatikan, makin tinggi pohon makin banyak dan keras angin menerpanya? Begitulah, setiap orang yang mengabdi kepada Allah Swt. harus siap menghadapi aneka ujian. Makin tinggi kedudukan seseorang di sisi Allah Swt., makin berat ujian yang dihadapinya.

Rasulullah saw. bersabda, “Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang saleh, berikutnya orang yang paling mulia (tingkatan dan kedudukannya).” Beliau juga bersabda: “Seseorang diuji sesuai (kadar) agamanya. Jika agamanya kuat, ujiannya ditingkatkan.” (H.R. Ahmad dalam Musnad Ahmad)

Kita akan belajar tentang kisah keteladanan seorang nabi yang memperoleh limpahan karunia, tetapi diuji dengan kebinasaan dan kehancuran anugerah itu, bahkan dengan penyakit yang diderita. Namun, ia tetap sabar dan tabah menghadapi setiap ujian hidup.

Tahukah kamu, siapakah nabi yang dimaksud? Ya, Nabi Ayyub a.s.

Video Pembelajaran

KISAH NABI AYYUB

Kehidupan Nabi Ayyub

Nabi Ayyub a.s. adalah keturunan Nabi Ishaq a.s. bin Ibrahim a.s. Beliau adalah seorang nabi yang kaya raya. Binatang ternaknya banyak. Meski ladangnya luas, beliau tidak pernah sombong.

Nabi Ayyub a.s. terkenal sabar dan dermawan. Suka menolong fakir miskin, yatim-piatu, dan orang-orang yang membutuhkan.

Cobaan Nabi Ayyub

Nabi Ayyub a.s. pernah mendapat ujian dari Allah. Hartanya yang banyak hari demi hari berkurang sehingga ia jatuh miskin. Walaupun miskin, ia tidak mengemis, imannya tidak goyah karena ia ingat bahwa ketika lahir ke dunia pun tidak mempunyai apa-apa. Harta datang dari Allah dan kembalinya pun manusia karena Allah.

Karena imannya kuat, setan tak mampu menggodanya. Kaya atau miskin merupakan ujian bagi manusia. Lihat firman Allah berikut:

Nabi Ayyub a.s., baik ketika kaya raya atau ketika miskin senantiasa taat kepada Allah, selalu bersyukur. Bahkan ketika ia jatuh miskin, harta yang ada selalu ia sedekahkan. Ia yakin, bahwa orang miskin yang bersedekah lebih mulia di sisi Allah Swt. Sebaliknya, orang kaya yang kikir adalah yang paling hina di sisi Allah Swt.

Kemudian, Nabi Ayyub a.s. diuji dengan penyakit kulit, bisul, panas, dan gatal sehingga orang-orang menjauhinya. Bahkan, mereka membuang Nabi Ayyub a.s. ke padang pasir yang jauh dari keramaian penduduk karena takut tertular penyakit. Setelah itu, putra-putrinya meninggal dunia. Sekali pun musibah silih berganti, tetapi tidak membuat dirinya lupa beribadah dan memuji Allah Swt.

Keteladanan Nabi Ayyub

Dengan mengetahui kisah keteladanan Nabi Ayyub a.s. tersebut, kita dapat meneladani sifat mulia beliau, yaitu sebagai berikut.

1. Tidak menggerutu ketika mendapat musibah

2. Mengadu hanya kepada Allah Swt.

3. Bersabar ketika menghadapi kesulitan karena hidup adalah ujian

4. Berikhitar dengan sungguh-sungguh untuk meraih sesuatu yang didambakan dan terus berharap kepada Allah.

Insya Allah Kamu Bisa!

  • Ayo, buatlah tulisan yang menceritakan kisah seseorang yang mirip dengan kisah Nabi Ayyub a.s. Meskipun ia diuji dengan kekayaan, kemiskinan, dan berbagai musibah lainnya, namun ia tetap beribadah kepada Allah!

  • Kisah yang kamu tulis, ceritakan di depan teman sekelasmu.

  • Buatlah pentas drama singkat tentang orang kaya dermawan secara berkelompok!

LKPD

KISAH NABI MUSA

Kehidupan Nabi Musa

Nabi Musa ‘alaihissalam lahir di zaman Raja Fir’aun. Di masa itu, Fir’aun memerintahkan setiap bayi laki-laki yang lahir harus dibunuh karena pengaruh mimpinya. Menurut ahli nujumnya, mimpi Raja Fir’aun menandakan akan lahir seorang bayi laki-laki dari Bani Israil yang kelak akan membinasaan kekuasaannya. Raja Fir’aun terkenal sombong dan mengaku dirinya sebagai Tuhan. Allah Subhanahu wata’ala melindungi Musa ‘alaihissalam dengan menurunkan ilham kepada ibu Musa ‘alaihissalam, agar anaknya (Musa ‘alaihissalam) dimasukkan ke dalam peti, kemudian dihanyutkan ke dalam Sungai Nil.

Bayi Musa pun diselamatkan oleh seorang wanita bernama Asiyah (istri Fir’aun). Melihat anak itu, Fira’un marah. Akan tetapi, dengan bujuk rayu Asiyah, Fir’aun luluh hatinya, ia tidak jadi membunuh Musa kecil. Suatu ketika, Musa kecil menangis karena kehausan. Asiyah memerintahkan pengawalnya untuk mencari ibu yang dapat menyusui bayi itu. Maka, berdatanganlah wanita-wanita yang ingin menyusui bayi Musa ‘alaihissalam Namun, setiap kali ada wanita yang hendak memberinya susu, bayi Musa ‘alaihissalam tidak mau, ia tetap menangis. Hingga akhirnya, datanglah seorang wanita bernama Yukabad. Wanita ini menggendong dan menyusuinya. Seketika itu juga Musa kecil terdiam dan berhenti menangis, sampai tertidur nyenyak. Mereka tidak mengetahui, ternyata Yukabad adalah ibu Musa sendiri. Selanjutnya, Asiyah meminta agar Yukabad tinggal di lingkungan istana untuk mengasuh Musa kecil. Yukabad pun bersedia, dan dengan senang hati mengasuh anaknya sendiri di lingkungan istana Fir’aun.

Nabi Musa ‘alaihissalam Suka Menolong

Suatu ketika seorang laki-laki bergegas datang kepada Musa ‘alaihissalam, dan berkata, “Hai Musa, sesungguhnya pembesar sedang berunding untuk membunuhmu. Keluarlah dari kota ini. Itulah nasihatku kepadamu”. Musa ‘alaihissalam mengikuti nasihat orang itu, maka keluarlah ia dengan perasaan khawatir seraya berdoa. Do’a Musa ‘alaihissalam:

Sesampainya di negeri Madyan, ia menjumpai sekumpulan orang yang sedang memberikan minum kepada ternak mereka. Di antara mereka, ada dua orang gadis yang sedang menambatkan ternaknya. Musa ‘alaihissalam menyapa, “Mengapa tidak ikut bersama mereka mengambil air?” Kedua gadis itu menjawab, “Kami tidak dapat mengambil air kecuali sesudah orang-orang itu telah selesai mengambilnya, dan karena kami juga tidak kuat berebut dan berdesak-desakan dengan orang banyak itu. Bapak kami sudah tua, karena itu pula tidak sanggup datang kemari untuk mengambil air.” Seketika itu juga Musa ‘alaihissalam menolong kedua gadis itu untuk memberikan minum kepada ternak mereka. Setelah menolong, Musa ‘alaihissalam berteduh di bawah pohon, seraya berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku membutuhkan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. Kedua gadis yang ditolong Musa ‘alaihissalam pun pulang ke rumahnya, dan menceritakan kepada ayah mereka bahwa telah ditolong seseorang yang berhati mulia. Salah seorang dari gadis itu berkata, “Ya ayahku, ambillah ia (Musa) sebagai orang yang bekerja kepada kita. Kelihatannya ia orang yang kuat dan dapat dipercaya”. Si ayah, mengabulkan permintaan putrinya. Ternyata, ayah kedua wanita itu tak lain adalah Nabi Syu’aib ‘alaihissalam. Di sinilah perjumpaan antara Nabi Syu’aib ‘alaihissalam dengan Nabi Musa ‘alaihissalam. Pada akhirnya Nabi Syu’aib ‘alaihissalam menikahkan salah satu putrinya dengan Musa ‘alaihissalam.

Nabi Musa ‘alaihissalam Menghadapi Fir’aun

Nabi Musa ‘alaihissalam telah diberi Tuhan mukjizat, yaitu tongkat yang dapat dijadikan ular. Tangan Musa ‘alaihissalam dapat mengeluarkan cahaya dan menjadi pelindung baginya dari ketakutan. Kedua mukjizat inilah yang dijadikan Musa ‘alaihissalam untuk melawan Firaun bersama tukang sihirnya. Kedatangan Nabi Musa ‘alaihissalam di Mesir membuat Fir’aun marah dan menuduhnya Musa ‘alaihissalam sebagai tukang sihir yang hendak mengusir Fira’un dari negeri itu. Musa ‘alaihissalam telah mengingatkan Fir’aun, ”Janganlah kamu membuat dusta, nanti kamu dibinasakan dan mendapat siksa Allah Subhanahu wata’ala” Fira’un dan tukang sihirnya tetap saja melawan dan menantang. Akhirnya, Musa ‘alaihissalam meladeninya, dan berkata: “Kalau begitu, kumpulkanlah semua tukang sihirmu, datanglah beramai-ramai, kita berjumpa di suatu tempat”. Di hari perjumpaan itu, tukang sihir Fir’aun berkata, “Ya, Musa! lemparkanlah tongkatmu lebih dahulu, atau kami yang akan memulai lebih dahulu?” Sahut Musa ‘alaihissalam, “Kamulah lebih dahulu.” Lalu tukang sihir Fir’aun melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkatnya yang kemudian berubah menjadi ular menjalar mengelilingi Nabi Musa ‘alaihissalam. Di saat demikian, Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا ۖ إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ ۖ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ

Artinya: “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datangnya.” (Q.S Thaha/20: 69).

Nabi Musa ‘alaihissalam mengikuti perintah Allah Subhanahu wata’ala Kemudian, ia melemparkan tongkatnya, seketika itu jadilah ular besar merayap sambil memakan ular-ular tukang sihir Fir’aun. Kejadian ini membuat sebagian tukang sihir Fir’aun mengaku kalah dan bersujud kepada Tuhan. Sebagaimana firman Allah :

فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَىٰ

Artinya: “Lalu tukang--tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa.” (Q.S Thaha/20: 70)

Karena melihat tukang sihir tersebut telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihissalam, demikian juga istrinya, Siti Asiyah, maka Fir’aun bertambah marah dan ganas. Bersama bala tentaranya, dia menyiksa orang-orang yang beriman termasuk istrinya sampai mati. Melihat yang demikian, Nabi Musa ‘alaihissalam dan orang-orang yang beriman mundur dan melarikan diri dari kota Mesir.

Fir’aun dan tentaranya terus mengejar Nabi Musa ‘alaihissalam dan pengikutnya sampai ke dekat Laut Merah. Nabi Musa ‘alaihissalam dan pengikutnya kebingungan. Pada saat itulah turun wahyu dari Allah Subhanahu wata’ala yang memerintahkan agar Musa ‘alaihissalam memukulkan tongkatnya ke permukaan laut merah. Tiba-tiba saja, laut membelah menjadi dua bagian. Jalan yang panjang telah terentang di hadapan mereka. Nabi Musa ‘alaihissalam dan pengikutnya terus berlari mengikuti jalan panjang yang telah terbentang menuju seberang. Di kejauhan, terlihat Fir’aun dan bala tentaranya terus saja mengejar Nabi Musa ‘alaihissalam. Akhirnya Nabi Musa ‘alaihissalam sampai di seberang dengan selamat. Sementara Fira’un dan tentaranya masih berada di pertengahan jalan. Di saat itulah, Allah Subhanahu wata’ala mengembalikan laut merah seperti semula. Fira’un dan tentaranya pun ditelan oleh air laut. Demikianlah pembalasan dari Allah Subhanahu wata’ala terhadap orang yang durhaka.

Insya Allah Kamu Bisa!

  • Ayo, buatlah pentas drama berdasarkan cerita Nabi Musa a.s. di atas (akan tetapi, sosok [tubuh] Nabi Musa a.s. tidak boleh diperankan, hanya perkataan-perkatannya saja yang dibacakan).

KISAH NABI HARUN

Kehidupan Nabi Harun

Nabi Harun ‘alaihissalam adalah kakak kandung Nabi Musa ‘alaihissalam. Tutur katanya fasih, perilakunya santun, dan kesetiaannya kepada Nabi Musa ‘alaihissalam sangat besar. Nabi Harun ‘alaihissalam selalu mendampingi Musa ‘alaihissalam ketika menemui Firaun. Kesetiaan Harun ‘alaihissalam diabadikan di dalam Al-Qur’an.

Nabi Harun sebagai Juru Bicara Nabi Musa

Nabi Musa ‘alaihissalam dan Nabi Harun ‘alaihissalam selalu membela orang yang tertindas. Kaum Bani Israil yang tertindas berhasil mereka selamatkan. Nabi Musa ‘alaihissalam meninggalkan Bani Israil selama 40 hari untuk menemui Tuhan di puncak Gunung Sinai. Nabi Harun ‘alaihissalam diserahi menjaga kaumnya. Akan tetapi, setelah Musa ‘alaihissalam kembali, ia melihat kaumnya menyembah berhala (patung). Musa ‘alaihissalam pun marah. Ia bergegas menemui kakaknya, Harun ‘alaihissalam. Ia lalu memegang dan menarik rambut kepala saudaranya.

Harun berkata, “Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku. Janganlah engkau permalukan aku di depan orang-orang, dan jangan engkau jadikan aku sebagai orang yang zalim.”

Musa ‘alaihissalam sadar dan merasa bersalah, lalu berdoa kepada Allah:

Insya Allah Kamu Bisa!

  • Ayo, tulislah mengenai keteladanan Nabi Harun a.s. yang dapat kamu petik!

  • Ayo, ceritakan isi tulisanmu itu di depan teman sekelasmu!

Tujuan pembelajaran:

1.13.1 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat meyakini kebenaran kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. dengan menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

2.13.2 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Zulkifli a.s. dengan menunjukkan sikap terpuji sebagai implementasi pemahaman kisah keteladanan Nabi Nabi dan Rasul.

3.13.1. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. dengan baik dan benar.

3.13.2 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat membuat catatan hasil diskusi keteladanan Nabi Zulkifli a.s. dengan baik dan benar.

3.13.3 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghubungkan materi kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. sesuai dengan perilaku kehidupan sehari-hari.

4.13.1 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menyampaikan hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. dengan penuh percaya diri.

4.13.2 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Zulkifli a.s. dengan penuh percaya diri.

4.13.3 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat merumuskan kesimpulan kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. dengan baik dan benar

Indikator Pencapaian Kompetensi:

1.13.1 Meyakini (A3) kebenaran kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.

2.13.2 Mengajukan (A2) pertanyaan tentang apa saja sikap teladan Nabi Zulkifli a.s.

3.13.1.Mengidentifikasi (C1) kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.

3.13.2 Membuat (C4) catatan hasil diskusi keteladanan Nabi Zulkifli a.s.

3.13.3 Menguhubungkan (C6) materi kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s. dengan perilaku kehidupan sehari-hari.

4.13.1 Menyampaikan (P3) hasil diskusi tentang kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.

4.13.2 Menyampaikan (P3) hasil pengamatan tentang perilaku sehari-hari terkait dengan sikap teladan Nabi Zulkifli a.s.

4.13.3 Merumuskan (P4) kesimpulan kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.

Kisah Keteladanan Nabi Zulkifli

KISAH NABI ZULKIFLI

Zulkifli ‘alaihissalam, nama aslinya adalah Basyar. Nama Zulkifli didapatkan ketika seorang raja bernama Ilyasa (Nabi Ilyasa) mengumpulkan rakyatnya. Raja itu bertanya, “Siapakah yang sanggup berlaku sabar, jika siang berpuasa dan jika malam beribadah, maka ia akan diangkat menjadi raja”. Tak seorang pun berani menyatakan kesanggupannya.

Akhirnya anak muda bernama Basyar mengacungkan tangan dan berkata, “Saya sanggup Tuanku.” Sejak saat itulah ia dipanggil Zulkifli, yang artinya “sanggup”. Nabi Zulkifli ‘alaihissalam adalah putra Nabi Ayyub ‘alaihissalam. Seperti ayahnya, ia juga mempunyai sifat yang sabar dan teguh, serta taat beribadah. Nabi Zulkifli ‘alaihissalam kemudian diangkat menjadi raja. Pada masa kepemimpinannya, ia berjanji kepada rakyatnya untuk menjadi hakim adil. Di waktu malam, ia beribadah dan di waktu siang ia berpuasa. Ia melakukan shalat seratus kali dalam sehari. Tidurnya di waktu malam hanya sebentar.

Insya Allah Kamu Bisa!

  • Ayo, tulislah kisah kesabaran Nabi Zulkifli a.s.!

  • Ayo, ceritakan isi tulisanmu di depan teman sekelasmu!

A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Apa buktinya kalian cinta kepada nabi dan rasul? Jelaskan!

  2. Apa yang dapat kamu petik dari kisah Nabi Ayyub a.s.? Jelaskan!

  3. Mengapa, sekalipun Nabi Ayyub a.s. kaya raya tetapi beliau tidak sombong ?

  4. Apa alasan Fir’aun membunuh anak laki-laki yang lahir ketika itu? Jelaskan!

  5. Bagaimana akhir hidup Fir’aun dan tentaranya? Jelaskan!

  6. Apa saja mukjizat Nabi Musa a.s.? Jelaskan!

  7. Apa yang dapat diteladani dari Nabi Harun a.s.? Jelaskan!

  8. Mengapa disebut dengan nama “Zulkifli” kepada Nabi Zulkifli a.s yang nama aslinya adalah Basyar? Jelaskan!

  9. Apa yang dapat diteladani dari Nabi Zulkifli a.s.? Jelaskan!

  10. Orang beriman selalu mendapat ujian Allah. Apakah kamu pernah mengalami? Jelaskan!


B. Tanggapilah pernyataan-pernyataan di bawah, sesuai dengan keyakinanmu!

MATERI TAMBAHAN

Kisah Nabi Muhammad saw.

Kelahiran

Rasulullah SAW lahir pada tahun Gajah. Tahun ini adalah masa di mana pasukan gajah yang dipimpin Abrahah Habasyah datang ke Makkah dan ingin merobohkan Ka’bah.

Di tahun ini, Nabi Muhammad SAW lahir dan dibesarkan sebagai anak yatim. Ayahnya yang bernama Abudllah wafat sebelum Rasulullah SAW lahir. Beberapa tahun setelahnya, ibunya yang bernama Aminah meninggal dunia. Nabi Muhammad SAW akhirnya dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Setelah dua tahun dibesarkan, giliran kakeknya yang menyusul wafat. Selanjutnya Rasulullah dibesarkan Abu Thalib yang notabene pamannya. Abu Thalib dikenal sebagai orang yang dermawan meski hidup sebagai seorang fakir atau serba kekurangan.

Wahyu Pertama

Sebelum menjadi seorang Rasul, Nabi Muhammad telah mendapatkan beberapa karunia istimewa yang menjadi tanda kebesarannya sebagai nabi terakhir. Tanda tersebut meliputi wajah nabi yang bersih bersinar mengalahkan sinar bulan, tumbuh suburnya daerah tempat tinggal Halimah (ibu menyusui Nabi), dan lain sebagainya.

Pada saat Rasulullah ingin mendapatkan wahyu pertamanya, beliau bermimpi Malaikat Jibril mendatanginya. Kemudian beliau menyendiri di Gua Hira, tepatnya di sebelah atas Jabal Nur. Di tempat itulah beliau diperlihatkan bahwa mimpinya adalah benar. Malaikat Jibril pun datang kepada Rasul dan turunlah wahyu yang pertama.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ◌ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ◌ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ◌ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang mengajar (manusia) dengan merantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq, ayat 1-4).

Peristiwa inilah yang menjadi awal mula perjuangan Rasulullah menyebarkan agama Islam di muka bumi. Beliau menjadi Nabi terakhir yang diutus menyebarkan agama Islam kepada seluruh umat.

Dakwah

Setelah mendapatkan wahyu pertamanya, Nabi kemudian melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Orang-orang pertama yang masuk Islam dan mengikuti beliau adalah Khadijah istrinya, para ashabat seperti Abu Bakar Al-Shiddiq, Zaid bin Haritsah, Ummu Aiman, Ali bin Abu Thalib, dan Bilal bin Rabah.

Setelah beberapa tahun melakukan dakwah secara diam-diam, Allah SWT menurunkan surat Al-Hijr ayat 94 yang memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan.

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Artinya: “maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”

Peristiwa Isra' Mi'raj

Pada tahun ke-11 menjadi nabi, Rasulullah SAW mengalami peristiwa yang menyedihkan. Abu Thalib dan istrinya Khadijah wafat di tahun tersebut.

Setelah itu, Allah kemudian mengutus Malaikat Jibril untuk mendampingi Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Momen itu yang disebut dengan perjalanan Isra Mi’raj. Dalam perjalanan itulah Rasulullah mendapatkan perintah salat lima waktu yang wajib dikerjakan oleh seluruh umat Islam.

Wafatnya Nabi

Peristiwa memilukan terjadi saat Abu Bakar sedang tidak berada di Madinah. Peristiwa tersebut adalah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Setelah mendengar kabar tersebut, Abu Bakar langsung pergi ke rumah Aisyah untuk melihat jasad Nabi Muhammad.

Ketika Rasulullah meninggal dunia, Abu Bakar mengatakan, “Ketahuilah, barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad kini telah mati, dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah tetap senantiasa hidup dan tidak akan pernah mati.”

Kemudian Abu Bakar membacakan firman Allah SWT dalam surat Az-Zumar ayat 30:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (QS. AZ-ZUMAR: 30).

Itulah kisah singkat Rasulullah selama hidupnya. Semoga dengan mengetahui kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran untuk dijadikan pedoman dalam hidup