Tema 7

Malaikat Allah

Iman kepada Malaikat Allah

1. Tujuan Pembelajaran:

  • Peserta didik dapat memahami makna iman kepada malaikat.

  • Peserta didik dapat memahami tugas malaikat.

  • Peserta didik dapat memahami tanda-tanda keberadaan malaikat dan bukti keimanan

  • Peserta didik dapat memahami perbuatan iman kepada malaikat.

  • Peserta didik dapat memahami hikmah iman kepada malaikat.

2. Materi Pembelajaran:

A. Makna Iman Kepada Malaikat

1. Siapakah Malaikat?

Allah Swt. menciptakan aneka makhluk, ada yang bisa dilihat, didengar, dan diraba. Namun ada juga makhluk yang tak tampak oleh manusia seperti jin dan malaikat. Kedua makhluk tersebut dikenal dengan makhluk gaib. Keberadaan malaikat sebagai makhluk gaib wajib diyakini oleh setiap muslim. Meyakini keberadaannya merupakan pokok-pokok keimanan (rukun iman). Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang kedua. Siapa yang mengingkari keberadaannya berarti ia telah masuk pada golongan orang yang kufur.

Anak-Anak! Ketika kalian ditanya, siapa malaikat itu? Untuk menjawabnya, bacalah ayat berikut dan pahami terjemahnya!

Sesuatu yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Lihatlah ranting pohon yang bergerak! ia bergerak karena ada yang menggerakkan. Tentu, kalian tahu apa yang menggerakkan. Embusan anginlah yang menggerakkan ranting-ranting pohon itu. Apakah kalian melihat wujud angin? Pasti tidak. Apakah kalian percaya bahwa angin itu ada, padahal tak melihatnya?

2. Tercipta dari Apakah Malaikat?

3. Makna Beriman Kepada Malaikat

Secara bahasa iman artinya percaya atau yakin. Pengertian iman dalam agama Islam ialah pembenaran dengan hati, pengakuan yang dibenarkan dengan lidah (ucapan) dan pelaksanaan dengan anggota tubuh (perbuatan).

Iman kepada malaikat ialah percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menciptakan para malaikat-Nya dari cahaya sebagai makhluk yang selalu taat dan tak pernah melanggar perintah-Nya dengan tugas-tugas tertentu.

Iman kepada malaikat Allah tidak cukup hanya mempercayainya dalam hati atau diakui dengan ucapan saja. Namun, yang paling penting adalah membuktikannya dengan perbuatan.

Anak-Anak!

Pernahkah anak-anak minum teh manis? Pernah, kan?

Nah lalu, seperti apa warna rasa manis itu dan seperti apa wujudnya?

Walaupun kalian tak melihat warnanya dan tak tahu wujud bendanya namun kalian pasti yakin bahwa manis itu ada, sebab lidah telah merasakannya. Demikian pula percaya akan adanya malaikat tidak harus mata melihatnya karena iman (percaya) adalah pekerjaan hati.

4. Kemampuan Malaikat

  • Menjelma sebagai manusia

Pada zaman Nabi Muhammad saw. malaikat pernah datang ke majelis Nabi sambil bertanya aneka pertanyaan tentang agama dengan memakai pakaian warna putih. Dia duduk di depan Nabi dan bertanya tentang Islam, iman, ihsan dan kapan datangnya hari kiamat. Setelah dia meninggalkan majelis tersebut, Nabi menyampaikan bahwa yang datang itu adalah Malaikat Jibril.

  • Tidak berjenis kelamin

Para malaikat Allah tidak berjenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Karena tidak berjenis kelamin, ia tidak memiliki nafsu untuk berkeluarga sehingga tidak beranak cucu.

  • Tidak makan dan minum

Malaikat tidak sama dengan manusia dalam syahwatnya (keinginan). Manusia mempunyai banyak keinginan, seperti makan, minum, jabatan, dan kekayaan. Sedangkan malaikat tak memilikinya sehingga malaikat tak membutuhkan makan dan minum.

  • Tidak jemu dan letih beribadah

Kecenderungan malaikat hanya mengabdi kepada Allah. Ia tak pernah bosan dan letih beribadah sesuai perintah-Nya. Ada yang bertasbih, bertahmid, rukuk, sujud, dan beristigfar untuk orang beriman.

  • Tidak melakukan dosa

Malaikat dikenal sebagai makhluk yang paling taat apabila diperintah untuk bertasbih, mereka selamanya bertasbih. Sedikit pun mereka tak pernah lalai akan tugas-tugasnya dan tidak pernah berdosa.

B. Malaikat dan Tugasnya

Berikut ini adalah nama-nama malaikat dan tugas-tugasnya yang harus diketahui oleh setiap muslim.

  1. Jibril, adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu.

  2. Mikail, adalah malaikat yang bertugas menyampaikan rezeki.

  3. Israfil, adalah malaikat yang bertugas meniup sangkakala jika hari kiamat telah tiba.

  4. Izrail, adalah malaikat yang bertugas mencabut nyawa (malaikat maut).

  5. Munkar, adalah malaikat yang bertugas memberikan pertanyaan di alam kubur.

  6. Nakir, adalah malaikat yang bertugas memberikan pertanyaan di alam kubur.

  7. Raqib, adalah malaikat yang bertugas mengawasi dan mencatat amal perbuatan baik manusia.

  8. 'Atid, adalah malaikat yang bertugas mengawasi dan mencatat amal perbuatan buruk manusia.

  9. Ridwan, adalah malaikat yang bertugas menjaga pintu surga.

  10. Malik, adalah malaikat yang bertugas menjaga pintu neraka.

C. Tanda Keberadaan Malaikat dan Bukti Keimanan

Berikut ini adalah cara agar kita dapat menerima keberadaan malaikat Allah:

  1. Keyakinan yang pasti bahwa setiap saat kita takut dan ingat kepada Allah karena ada malaikat yang mencatat perbuatan kita dan Allah akan memberikan balasannya;

  2. Banyak mengingat kematian;

  3. Gemar mengerjakan perbuatan yang pelakunya didoa'kan para malaikat Allah; misalnya menuntut ilmu, mengunjungi para saudara dan sahabat, tidur dalam keadaan suci, dan memilih barisan paling depan dalam shalat berjamaah.

  4. Suka bersedekah (peduli untuk menolong sesama). Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda, โ€œTidak ada satu hari pun, pada saat para hamba bangun di waktu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berkata, Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak. Yang lain mengatakan, Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang kikir.โ€ (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

  5. Gemar menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Misalnya, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, dan menghargai kepada sesama. Selain itu mengunjungi orang yang sakit dan mendoakannya, mengunjungi saudara atau tetangga, dan sebagainya. Semua amal perbuatan kita akan dicatat oleh Malaikat Raqib dan Atid. Sebagaimana Allah berfirman,

ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ

Artinya: โ€œTiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirโ€. (Q.S Qaf /50: 18)

D. Perbuatan Orang Yang Beriman Kepada Malaikat

1. Jujur

Dimana pun dan kapan pun berada, seseorang selalu berperilaku jujur dan menjauhi dusta sebab di hatinya tertanam keyakinan bahwa malaikat akan mengawasi dan mencatat amalnya.

2. Bersyukur

Allah sudah menetapkan rezeki makhluk melalui para malaikat yang selalu taat atas perintah-Nya. Malaikat yang bertugas tak mungkin salah membagikannya. Setiap tetesan rezeki yang dia terima membuat hatinya lega dan diterima dengan penuh syukur. Tak ada sifat iri di hatinya dan senang apabila melihat orang lain mendapat rezeki walaupun melebihi dirinya.

3. Senang beramal saleh dan menjauhi perbuatan dosa

Malaikat Roqib dan Atid selalu setia mencatat setiap perbuatan manusia. Tidak akan terlewatkan sekecil apa pun perbuatan-perbuatan itu. Keyakinan ini harus mendorong untuk berbuat kebajikan dan menjauhi keburukan. Orang yang beriman tekun melaksanakan salat fardu, membaca Al-Qurโ€™an, rajin belajar, gemar bersedekah, peduli terhadap orang yang kesusahan, dan menjauhi sifat sombong, dengki, buruk sangka serta gibah.

4. Selalu menghargai orang lain

Siapa pun yang berbuat baik pasti dicatat sebagai orang yang baik. Malaikat tidak melihat harta, jabatan, atau aliran agamanya. Kita tak tahu siapa yang terbaik, maka seharusnya selalu menghargai siapa pun walau berbeda dengan kita.

E. Hikmah Beriman Kepada Malaikat

Setelah mempelajari tentang malaikat-malaikat Allah Swt., kita akan merasakan hikmah beriman kepadanya.

Setiap akan melakukan sesuatu, hadirkan keyakinan dalam hatimu bahwa malaikat selalu bersamamu. Perasaan selalu ditemani malaikat akan mandatangkan manfaat untuk kebaikan hidupmu.

Beberapa manfaat beriman kepada malaikat adalah sebagai berikut.

1. Makin meyakini kebesaran Allah Swt.

2. Terdorong untuk selalu berbuat baik.

3. Berhati-hati dalam berbuat.