Tema 8 Sifat Terpuji

Tema 8 Sifat Terpuji

Gemar Membaca dan Pantang Menyerah

Materi Gemar Membaca dan Pantang Menyerah

Sikap Rendah Hati dan Hemat

Materi Rendah Hati dan Hemat

  1. Gemar Membaca

  1. Gemar artinya suka, Membaca artinya melihat dan memahami apa yang tertulis.

  2. Alquran mengajarkan kita untuk gemar membaca.

  3. Kalimat pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad adalah kalimat “ iqra’ ” yang memiliki arti “ bacalah

  4. Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali di Gua Hira’ Surah al-’Alaq ayat 1-5

  5. Buku adalah jendela dunia, artinya dengan membaca buku maka kita membuka dunia.

  6. Kita bisa mengetahui tentang segala sesuatu yang ada di dunia ini dengan rajin membaca.

  7. Manfaat Membaca:

  • menambah pengetahuan

  • memperbanyak ide

  • menjadikan pintar dan bermanfaat

2. Pantang Menyerah

  1. Pantang menyerah artinya tidak mudah menyerah.

  2. Menyerah sama halnya dengan putus asa.

  3. Lawan kata Pantang Menyerah adalah Putus asa.

  4. Allah tidak suka kepada hambanya yang mudah putus asa, oleh karena itu kita harus selalu bersemangat.

  5. Kita harus semangat meraih cita-cita.

  6. Segala rintangan dihadapi, setiap masalah diselesaikan.

  7. Cara memiliki sikap Pantang Menyerah dengan meneladani sikap para Rasul Ulul ‘Azmi.

  8. Rasul Ulul Azmi ada 5: Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s., Isa a.s., dan Muhammad saw.

  9. Rasul Ulul Azmi ketika mendapatkan tantangan dan ancaman dari umatnya, mereka tetap berdakwah dan pantang menyerah.

  10. Dalam usahanya mereka selalu berdoa memohon pertolongan kepada Allah sehingga berhasil.


وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87).

3. Rendah Hati

  1. Rendah hati artinya tidak sombong, tidak merasa dirinya lebih baik, tidak menganggap dirinya lebih pintar.

  2. Jika seseorang rendah hati, maka ia akan selalu menghargai orang lain dan menganggap dirinya sama dengan yang lain.

  3. Rendah hati disebut juga tawaduk.

  4. Orang tawaduk tidak pernah merendahkan orang lain.

  5. Orang rendah hati dilarang sombong


وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.

  • Manusia dilarang sombong, karena kehebatan manusia tidak ada apa-apanya jika dibanding kekuasaan Allah.

  1. Ciri-ciri Rendah hati:

a. Selalu menghormati orang lain

  • menghormati artinya menghargai, menganggap sama dan tidak merendahkan.

  • kepada siapapun harus selalu menghormati.

  • Mau berteman kepada siapapun tanpa membeda-bedakan, selama tujuannya untuk kebaikan.

  • Jika bertemu siapa saja, harus menyapa dengan sopan, mengucap salam, dan juga tersenyum.

b. Senang berbuat kebaikan

  • Orang rendah hati suka membantu dan meringankan beban orang lain.

  • Berbuat baik kepada siapa saja dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan.

  • Jika ada teman yang kesusahan segera membantu agar segera teratasi masalahnya.

  • Jika ada teman yang sakit segera menjenguknya atau mendoakannya agar segera sembuh.

c. Tidak sombong

  • Sombong adalah perbuatan tercela.

  • Orang sombong selalu membanggakan dirinya, merasa lebih hebat dari orang lain.

  • Kelebihan yang kita miliki harus disyukuri.

  • Jika kita pandai, maka bisa mengajari yang lain.

  • Jika kita kaya, maka bisa berbagi kepada yang membutuhkan.

d. Suka memaafkan

  • Jika ada teman yang salah kita tidak boleh dendam atau benci kepadanya, lebih baik memaafkannya.

  • Saikap pemaaf membuat bahagia. Membuat hati bersih dari iri dan dengki, terhindar dari permusuhan.

  • Jadilah pemaaf bagi siapa saja, karena Allah juga Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun (Q.S. Al-Hajj ayat 60).

إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun

4. Hemat

  1. Hemat artinya mengatur sesuatu atas dasar kesederhanaan.

  2. Hemat berbeda dengan kikir atau pelit.

  3. Orang kikir tidak mau bersedekah, biasanya ia akan menumpuk harta untuk kepentingan sendiri.

  4. Hemat kebalikan dari boros.

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya (QS. Al-Isra’ 27)

  1. Cara Hemat:

  • Mendahulukan kebutuhan primer (pokok) atau yang penting.

  • Jika ada kelebihan rezeki harus ditabung.

  • Orang hemat tidak suka berlebihan atau Tabzir.

  • Tabzir artinya membeli sesuatu yang tidak bermanfaat.

  • Hemat buakn hanya dalam uang, tetapi waktu dan tenaga.

  • Hemat waktu berarti tidak boleh membuang-buang waktu, harus menggunakan waktu untuk yang bermanfaat.

  • Hemat tenaga berarti harus mengerjakan sesuatu secepatnya jangan menunda-nunda.

  1. Keuntungan Hemat:

  • Hidup dalam kesederhanaan

  • Terhindar dari sikap boros dan perilaku Tabzir

  • Bijaksana dalam mengatur keuangan.

  • Tidak pernah menyia-nyiakan waktu.

  • Memilih sesuatu yang bermanfaat.