Tema 1 Surah At-Tiin

  1. Membaca, Menulis, Menghafal, dan Arti Surah At-Tiin

At Tin (Buah Tin)

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِ ﴿:١

wattiini waz zaituun

1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, [1]

وَطُوْرِ سِيْنِيْنَ ﴿:٢

watuuri siiniin

2. demi Gunung Sinai, [2]

وَهٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِيْنِ ﴿:٣

wahaadzal baladil amiin

3. dan demi negeri (Mekah) yang aman ini;

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ﴿:٤

laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim

4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ أَسْفَلَ سٰفِلِيْنَ ﴿:٥

tsumma rodadnaahu asfala saafiliin

5. kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,

إِلَّا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ ﴿:٦

illal ladziina aamanuu wa’amilus shoolihaati falahum ajrun ghoiru mamnuun

6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya,

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِ ﴿:٧

famaa yukadzdzibuka ba’du bid diin

7. Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?

أَلَيْسَ اللهُ بِأَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ ﴿:٨

alaisalloohu bi-ahkamil haakimiin

8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

2. Kandungan Surah At-Tiin

isi kandungan

  • At-Tiin termasuk Surah Makkiyah terdiri dari 8 ayat

  • At-Tiin terletak di Juz 30, urutan surah ke-95.

  • Nama surah "at-Tiin" diambil dari kata dalam ayat pertama.

  • At-Tiin artinya Buah Tin, nama buah yang terdapat di Arab

  • Bacaan Tajwid yang terdapat dalam Surah At-Tiin yaitu:

  1. Qalqalah

  2. Ikhfa'

  3. Izhar Halqi

  4. Izhar Syafawi

  • Kandungan Surah At-Tiin:

Ayat Pertama

Tin adalah buah yang enak dan lembut serta cepat dicerna. Ia menjadi obat yang banyak manfaatnya, memperhalus fsik, mengencerkan dahak, membersihkan ginjal, menghancurkan batu pada saluran air seni, menggemukkan badan dan dapat melonggarkan rongga hati dan limpa. Zaitun adalah buah yang memiliki keistimewaan karena kandungan minyaknya yang berlimpah sehingga dapat dipergunakan di daerah yang kurang memiliki minyak.

Ayat Kedua

Gunung Sinai terletak di Semenanjung Sinai, lintasan antara Tanah Mesir ke Israil, Arab, dan Mesopotamia. Gunung setinggi 2,285 meter ini juga dikenal dengan nama Jabal Musa (Gunung Nabi Musa), karena di tempat ini, Nabi Musa menerima wahyu pertama dan diangkat menjadi Rasul. Pada malam mi’rāj, Rasulullah saw. berhenti sebentar di tempat ini dan melaksanakan salat sebagai penghormatan beliau pada kesucian tempat tersebut.

Ayat Ketiga

Kota yang aman adalah kota Mekah (Lihat Gambar 1.5, Mekah). Kota ini disebut dengan kota yang aman karena siapa pun yang memasukinya terjaga keamanan dan keselamatannya. Kota Mekah juga disebut sebagai Ummul Qurā’ dan Tanah yang Aman. Kota ini banyak menyimpan sejarah sejak zaman Nabi Ibrahim a.s.

Ayat Keempat

Allah Swt. menjadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Proses kejadian manusia tidak sama dengan kejadian makhluk-makhluk lain. Manusia memiliki akal, jasmani, rohani, dan nafsu. Anggota tubuh manusia serasi dan seimbang sehingga tampak indah, cantik, dan memudahkan untuk melakukan kegiatan. Sedangkan hewan hanya memiliki jasmani dan nafsu saja. Manusia harus mampu menjaga keseimbangan yang dimilikinya agar supaya menjadi mulia. Apabila manusia mengutamakan nafsunya, maka ia turun derajatnya seperti hewan. Selain rohani, manusia dibekali dengan akal pikiran agar supaya dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

Ayat Kelima

Allah Swt. mengingatkan manusia, sekali pun mereka sempurna, tetapi dapat turun derajatnya menjadi hina karena pengetahuan, sikap, dan perilakunya apabila telah keluar dari aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. melalui rasul-Nya.

Ayat Keenam

Orang-orang yang tidak pernah hina adalah mereka yang beriman dan melaksanakan amal sālih. Orang yang demikian itu akan selamat dari kehinaan dunia dan akhirat.

Ayat Ketujuh

Pada hari kiamat nanti ada hari pembalasan terhadap perbuatan manusia yang baik dan buruk. Manusia seharusnya tidak meragukan adanya hari pembalasan, karena Allah Swt. sudah menunjukkan bukti-buktinya. Allah Swt. memberikan akal kepada manusia untuk berpikir tentang ciptaan-Nya, dan hati untuk merasakan iman. Pertanyaan Allah Swt. itu untuk mengingatkan adanya hari kiamat agar manusia tidak lupa dan lalai sehingga terjerumus dalam dosa dan kehinaan.

Ayat Kedelapan

Allah Swt. adalah Yang Maha Mengetahui, sebagus-bagus pencipta dan pengatur segala urusan. Allah Swt. yang memberi keputusan atas segala persoalan. Tiada perbuatan walau sekecil atom pun yang dapat terlepas dari pengadilan-Nya. Pengadilan Allah Swt. adalah sebaik-baik pembuat keputusan.

Allah Swt. Maha Pengasih kepada hamba-Nya. Ia senantiasa mengingatkan agar manusia tidak lupa diri. Jika ternyata manusia masih melakukan dosa, maka karena keadilan-Nya, manusia akan menanggung akibat dan pembalasan atas dosanya itu. Allah Swt. juga telah menyiapkan kenikmatan bagi orang yang menjalankan syari’atnya.