Tema 5

Rasul Allah Teladanku

A. Kisah Nabi Daud a.s.

Nabi Daud a.s. merupakan putra Yisya. Beliau tinggal di kota Baitlehem. Beliau adalah ayah dari Nabi Sulaiman a.s. Nabi Daud a.s. adalah nabi sekaligus raja bagi Bani Israil. Allah mengutus Nabi Daud a.s. untuk Bani Israil yang menerima kitab Zabur.

Sejak kecil Nabi Daud a.s. sudah memiliki jiwa pemberani. Beliau juga berkeinginan untuk ikut berperang melawan seorang Raja yang tidak adil dan sewenang-wenang terhadapt rakyatnya. Namun Raja Talut tidak mengizinkan Nabi Daud a.s. ikut berperang karena umur beliau yang masih muda. Nabi Daud a.s. terus meminta izin untuk ikut berperang melawan raja yang zalim itu. Atas keberanian Nabi Daud a.s. ini, akhirnya membuat Raja Talut mengizinkan untuk bergabung membela bangsanya.

Pada mulanya Bani Israil di pimipin oleh Raja Talut yang adil sehingga keadaan aman dan tenteram, namun sejak kepemimpinan Raja Jalut kaum Bani Israil tidak tenteram karena kepemimpinannya tidak adil dan sewenangwenang sehingga banyak rakyat yang menderita.

Raja Talut beserta pasukannya berkeinginan mengembilakan Bani Israil menjadi negeri yang aman dan tentram. Keinginan ini telah diketahui oleh Raja Jalut. Sehingga peperangan antara Raja Talut dengan Raja Jalut pun terjadi. Nabi Daud a.s. ikut berperang dengan gagah berani demi membela rakyatnya serta Raja Talut yang adil dan bijaksana. Keberaniannya membuat pasukan Raja Jalut terdesak mundur. Dengan bersenjata katapel Nabi Daud a.s. ini mampu memporak-porandakan pasukan Raja Jalut.

Pasukan Raja Jalut makin terdesak mundur, Raja Jalut pun mengetahui akan terjadi kekalahan. Akhirnya Raja Jalut menantang satu lawan satu. Namun, pasukan Raja Jalut tak satupun yang berani, mereka sangat takut dengan keperkasaan dan keberanian Nabi Daud a.s.

Akhirnya Jalut pun maju menantang Nabi Daud a.s. Dengan geram Jalut ingin segera mengalahkan Nabi Daud a.s. Jalut pun menyerang Nabi Daud a.s. dengan cepat. Namun, kegesitan Nabi Daud a.s. membuat serangannya tidak mengenai sasaran. Nabi Daud a.s. segera membalas serangan dengan melepaskan katapel yang telah siap di tangannya. Serangan katapel ini tepat mengenai sasaran di kening Raja Jalut sehingga tersungkur dan tak lama kemudian ia mati.

Setelah terjadi peperangan tersebut kehadiran Nabi Daud a.s. sangat diperhitungkan di kalangan Bani Israil. Tak lama kemudian Raja Talut menyerahkan kekuasaanya kepada Nabi Daud a.s. Bersamaan dengan itu, Allah Swt. juga mengutus Nabi Daud a.s. untuk menjadi seorang rasul. Allah memberikannya kitab suci Zabur untuk disampaikan kepada Bani Israil.

Selama kepemimpinan Nabi Daud a.s. beliau selalu bersikap adil terutama dalam mengambil keputusan dan selalu bijaksana dalam menghadapi permasalahan kaumnya. Nabi Daud a.s. menjadi pemimpin yang di cintai rakyatnya, pemimpin yang diteladani rakyatnya serta menjadi idola bagi kaumnya.

Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Daud a.s. Mukjizat ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran rasul dan sekaligus melemahkan musuh-musuh Allah.

Salah satu mukjizat Nabi Daud a.s. adalah dapat melunakkan besi dan mengubah bentuk besi tanpa memerlukan peralatan apa pun. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Saba/34:10.

”Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), β€œWahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulangulang bersama Dawud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya.” (Q.S. Saba'/34:10)

Selain itu, Nabi Daud a.s. mempunyai suara yang sangat merdu. Apabila ia melagukan bacaan kitab Zabur, gunung-gunung dan burung-burung ikut bertasbih bersama Nabi Daud a.s. Beliau juga mampu memahami bahasa burung.